Senin, 20 November 2017

BUKU SUKSES US/UN 2018


SIAGA MENJELANG US/UN 2018

Hai... adik-adik yang sudah di kelas akhir, gak terasa ya sudah di penghujung semester ganjil dan sebentar lagi sudah masuk semester genap, artinya Ujian Nasional 2018 akan datang menyapa...iiiih Serem!! (gak  perlu lebay kali...hehehe).

Don't Worry be Happy ... yang penting banyak belajar dan latihan juga tidak lupa berdoa ya  agar semua berjalan dengan lancar. Seperti kata pepatah lama "sedia payung sebelum hujan", kita harus siap dan siaga, bukan dengan ilmu 'kopekologi' ya adik-adik? tapi dengan banyak membaca buku dan banyak latihan.

Ini kakak bagikan satu tips untuk "sedia payung sebelum hujan" tadi dalam bersiaga menjelang US/UN 2018, yaitu sebuah BUKU SUKSES US/UN 2018 terbitan yudhistira.

Dijamin deh tak akan 'kehujanan' bingung  di US/UN 2018 nanti, karena sudah ada buku ini sebagai 'payung' untuk alat bantu belajar dan berlatih soal-soal. Pokoknya buku ini buanyaaak kelebihannya.....dan tersedia link QR sebagai BONUS tambahan soal-soal dan pembahasan.


Jadi untuk Siaga US/UN 2018 jangan lupa beli Buku SUKSES US/UN 2018 terbitan Yudhistira ya adik-adik....?! GRATIS ONGKOS KIRIM!!

BUKU US SD Rp. 75.000,- & BUKU UN SMP Rp. 70.000,-

BUKU UN SMA-IPA Rp. 100.000,- & BUKU UN SMA-IPS RP. 100.000,-


Untuk Info & Order silahkan hubungi :
WA : 0852 6124 1866
Email : feriyanta@gmail.com




Kamis, 23 Maret 2017

InFlexBook Yudhistira & Sekolah Berbasis Teknologi


Apa itu InFlexBook 
?

InFlexBook adalah sebuah program komputer yang berguna sebagai bahan ajar yang dapat digunakan guru untuk menjelaskan materi buku. Artinya bahwa program ini sangat bagus sekali dipakai dalam mendukung proses mengajar guru di ruang kelas.

Apa Manfaat Lebih dari InFlexBook
  1. Bisa menampilkan keseluruhan isi buku
  2. Guru dapat memilih dan memfokuskan materi tertentu dengan menutup bagian materi yang lain, baik teks maupun gambar.
  3. Guru akan lebih mudah menjelaskan detail pelajaran yang ada dalam buku, seperti memberikan komentar, catatan khusus, menandai atau memotong bagian (croping).
  4. Pada saat guru menggunakan InFlexBook, siswa tidak harus membuka buku teks, sehingga semua siswa fokus memperhatikan materi pelajaran yang disampaikan guru.
  5. Guru dapat menjelaskan materi dan memberikan intruksi kepada siswa untuk bagian tertentu dari depan komputer (laptop).
  6. Pada saat mengajar dengan InFlexBook, guru masih dapat melakukan monitoring penuh terhadap kelas.
  7. Guru tidak harus mondar-mandir di dalam kelas untuk mengecek buku siswa satu persatu, apakah pelajaran yang dibuka dan diperhatikan sudah benat atau tidak.
  8. Suasana kelas lebih hidup dan menyenangkan.

Bagaimana cara mengoperasikan InFlexBook ?
Mengoperasikan program InFlexBook ini sangat gambang sekali, cukup menggunakan 2 perangkat, yaitu :
1. Komputer/Laptop
2. Infokus
dan lebih dianjurkan menggunakan Mouse Wireless agar dapat dibawa-bawa sekeliling ruang kelas.
InFkexBook & Sekolah Berbasis Teknologi 
Dalam kegiatan pembelajaran agar materi pembelajaran dapat diterima dengan baik serta menarik bagi peserta didik, tidak cukup hanya melalui indra pendengaran saja atau melalui metode ceramah, tetapi lebih baik lagi ditambah dengan alat peraga menggunakan indra penglihatan seperti LCD proyektor atau Infokus.

Untuk memaksimalkan kegiatan pembelajaran di di sekolah maka kami Penerbit Yudhistira menghadiahkan kepada para pendidik Indonesia sebuah Program InFlexBook yaitu bahan ajar yang memadukan indra pendengaran dan indra penglihatan.

Lebih dari itu dengan memakai InFlexBook Yudhistira maka sekolah anda telah menjadi Sekolah Berbasis Teknologi.

wassalam,

fyt



Catatan :
Daftar buku-buku yang tersedia di  InFexBook  adalah Buku-buku Yudhistira Kurikulum 2013



Senin, 09 November 2015

JURUS MENGHADAPI US/UN DENGAN MUDAH ?...INI BUKU SAKTINYA !



BUKU SAKTI MENGHADAPI US/UN

     Buat adik-adik yang sudah dikelas akhir VI SD, IX SMP dan XII SMA tidak lama lagi akan menghadapi US/UN 2016. Ujian Nasional sering dianggap sebagai momok yang menakutkan. banyak yang dag dig dug menjelang Ujian Nasional ini, ada yang giat belajar ada pula yang sibuk memikirkan bagaimana caranya menyontek nanti. Para gurupun tidak kalah sibuk menyampaikan materi pada anak didiknya dengan harapan bisa lulus semua.

     Bagi siswa yang giat belajar mulai dari kelas pertama, Ujian Nasional ini bukanlah hal yang menakutkan, karena soal-soal yang diberikan bukanlah soal dengan materi baru, karena soal US/UN berdasarkan kisi-kisi. Walaupun begitu, masih banyak siswa yang takut dan grogi menghadapinya.

     Nah, disini kakak akan berikan tips dan rahasia agar menghadapi US/UN dengan rasa percaya diri yang besar.

Tips menghadapi US/UN adalah belajar :
1. Perbanyak Membaca dan Memahami
2. Membuat Rangkuman setiap Judul Pelajaran
3. Banyak berdiskusi dengan teman dan guru
4. Banyak-banyaklah berdoa agar Allah SWT beri kemudahan.
5. Perbanyak berlatih Soal
6. Mengikuti Try Out agar mengetahui tingkat penguasaan materi.

Berlatih soal adalah penting untuk memupuk kebiasaan dan kemampuan agar tidak canggung dan takut, seperti kata pepatah 'ala bisa karena biasa'.

Melatih kebiasaan dengan soal-soal US/UN ini kakak akan berikan rahasia buku saktinya. yaitu Buku Sukses US/UN 2016 SD,SMP,SMA cetakan Penerbit Yudhistira.


     Apa sih alasannya merekomendasikan Buku Sukses US/UN 2016 SD,SMP,SMA cetakan Penerbit Yudhistira ini?  Alasannya adalah... kasih tau gak ya..?? he he he..

     Ini nih alasannya : Karena Buku Sukses US/UN 2016 Yudhistira ini disusun sesuai dengan Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor : 0035/P/BNSP/IX/2015 tentang Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.


Jadi...sudah pastilah Buku US/UN 2016 Yudhistira ini sesuai dengan Kisi-Kisi Ujian Nasional tersebut, yaitu :
  • Dalam pengembangan dan perakitan soal US/UN disusun berdasarkan kreteria pencapaian kompetensi lulusan, standar isi dan kurikulum yang berlaku.
  • Disusun dengan mempertimbangkan lingkup materi yang sama pada Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013.
  • Menggambarkan kedalaman dan keluasan Materi serta level kognitif yang diukur. 
     Nah..tunggu apalagi..buat adik-adik segera dong miliki bukunya..agar Ujian Nasional tak lagi menakutkan. Untuk bapak dan ibu guru yang ingin melihat dan memetakan kemampuan siswanya kita akan berikan Try out secara mandiri disekolah dengan GRATIS !!.


Ayo...bangun kehebatan pada dirimu dan buat ayah ibumu bangga...bersama Buku Sakti yudhistira Buku Sukses US/UN 2016. (fyt)


Minggu, 08 November 2015

CABANG YUDHISTIRA SUMUT 2


SEKILAS TENTANG YUDHISTIRA CABANG SUMUT 2
 
Cabang Yudhistira Sumut 2 yang berkantor di jalan Pelita 4 no. 18 ini memang memiliki wilayah pemasaran yang cukup luas meliputi Kab. Labuhanbatu Selatan, Kab. Labuhanbatu, Kab. Labuhanbatu Utara, Kota Tanjungbalai, Kab. Asahan, Kab. Batubara dan Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Serdang Bedagai.

Wilayah pemasaran yang luas tersebut bukan suatu hambatan bagi para marketing, walaupun setiap hari harus melaui sepinya jalan ditengah perkebunan sawit dan karet juga  menerobos jalan-jalan rusak tak beraspal untuk sampai ke sekolah-sekolah di pelosok kecamatan dan pedesaan. "Itu sih kecil" kata Risman Manik selaku sales yang sudah 16 tahun bekerja sambil tersenyum, "belum lagi pulang kemalaman motor mogok dan kehujaan, lengkaplah sudah penderitaan" kata Sapriyanto yang akrab disapa buyung sambil tartawa menimpali." Itulah hebatnya Sales Yudhistira, bak kata pepatah melayu Tak Lapuk dihujan tak Lekang dipanas..."kata Kepala Cabang Sumut 2 Fery Tarigan sambil memberi semangat.
Kantor Rantauprapat

Untuk team Kantor Rantauprapat disini ada 7 marketing yang hebat-hebat yaitu Risman Manik, Safrianto/buyung, Anton, Zulfan, Ivan, Putra dan sesorang wanita tangguh yaitu Nilawaty. Kepala Gudang adalah Razali dan stafnya Ikram dan Hendra, sedang Administrasi adalah Sri, Farina dan Cut Muthia

Kantor Kisaran

Adapun untuk Kantor Kisaran yang digawangi oleh Bpk Dede Afrianto memiliki 8 Team marketing yang tidak kalah tangguh yaitu Zulfahmi Lubis, Rahmad Zein, Marwan, Syahrizal, Junaidi Damanik, Patah, Jaka dan seorang srikandi yaitu Wila Husni. Sedangkan Kepala Gudang adalah Haris Suhada dan dibantu  oleh Doni, Adapun Administrasi yaitu Shinta Dewi, Putri dan Maya.

Wilayah pemasaran Cabang Sumut 2 ini memang cukup menantang karena termasuk daerah perbukitan yang memiliki komoditas utama adalah perkebunan sawit, karet dan  sebahagian lain adalah pesisir pantai sehingga selain jarak dari satu kecamatan ke kecamatan lain sangat jauh karena  melalui perkebunan-perkebunan tersebut juga ada yang harus melalui sampan untuk daerah pesisir. "Tapi dengan keadaan geografis itu bukan berarti kami menyerah dan mengeluh" kata  Fery Tarigan selaku Kepala Cabang Sumut 2." Untuk meraih sukses dalam kebersamaan" tambah Dede Afriato selaku kepala perwakilan kisaran. Semoga. (fyt)
 

Jumat, 12 Juni 2015

BACA YUUUK !! TIPS MASUK SEKOLAH DI AJARAN BARU


     Memasuki tahun ajaran baru, ternyata banyak hal-hal yang perlu dipersiapkan. Hal ini disebabkan karena adik-adik sekalian harus segera menyesuaikan diri dengan kelas baru, wali kelas baru, teman-teman baru, pelajaran baru, atau sekolah baru (bagi para lulusan) yang kesemuanya itu akan dijalani oleh adik-adik di awal tahun ajaran baru ini. Dalam menghadapi keadaan seperti ini tentu saja yang harus dipersiapkan adalah mentalnya. Semakin tinggi jenjang kependidikan yang diduduki, maka akan semakin besar beban yang mesti ditanggung dan semakin banyak rintangan yang akan dihadapinya baik itu mengenai materi pembelajarannya maupun lingkungan pergaulan mereka.

     Oleh karena itu ada beberapa tips untuk mengurangi tekanan mental khususnya siswa baru, antara lain :
1. Cari Teman Lama
Tips pertama di sekolah barumu, carilah teman lama dihari pertama, hal ini berguna agar tidak merasa canggung ketika memasuki sekolah baru, selain itu, bukan berarti tidak boleh berkenalan dengan teman baru, tapi mungkin akan merasa lebih nyaman apabila ada orang yang sebelumnya di kenal.
2. Berkenalan dengan teman baru
Berkenalan adalah salah satu tips masuk sekolah baru jangan ragu untuk berkenalan dengan teman-teman baru yang seangkatan. kadangkala ada beberapa orang pasti merasa canggung ketika berkenalan, Hal ini berguna untuk menghilangkan rasa merasa sendiri di sekolah tersebut. Sehingga usahakanlah agar membaur dengan teman-teman yang lain.
3. Kenali tradisi dan lingkungan sekolah
Tips ke tiga tips masuk sekolah baru adalah, kenali tradisi sekolah, hal ini dapat mengurangi rasa canggung ketika masuk sekolah baru, misal, tradisi yang dilakukan sekolah adalah Masa Orientasi Sekolah yang di adakan untuk menerima siswa baru.
4. Berperilaku Sopan
Berperilaku sopan adalah poin ke empat dari tips masuk sekolah baru, posisikan diri sebagai seseorang yang polos, dan berlaku sopan dengan semua orang, dengan begitu akan membuat orang lain menjadi respect dengan kita, biasanya ketika masuk tahun ajaran baru siswa akan mencari perhatian berlebih sehingga kadang kala membuat beberapa pihak menjadi tersinggung dan dapat membuat masalah.
5. Terima Keadaan Sekolah
Ketika memasuki sekolah baru, berarti ada ungkapan “Mau tidak mau ya harus di jalani” begitulah ketika sudah menempuh tahun ajaran baru, teman baru, keadaan sekolah baru, kebiasaan baru dan lain-lain.

     Mengingat makin tinggi kelas adik-adik, makin berat bebannya, maka jangan sampai teledor agar tidak gagal di tengah jalan.Rajin belajar dengan banyak membaca dan mengerjakan latihan-latihan.

     Nah, untuk latihan disini kakak anjurkan untuk memakai BUKU KERJA/BUKU LATIHAN Produk Terbitan Yudhistira Terbaru yaitu Buku PBT (Pendalaman Buku Teks). Buku PBT itu adalah Buku Kerja untuk adik-adik yang sesuai Standar Isi 2006 ( untuk KTSP) dan selaras buku Kemendikbud ( untuk kurikilum 2013) dan berisi:
1. Latihan soal dan ringkasan materi
2. Soal pemahaman Konsep, analisis dan aktivitas.
3. Untuk persiapan ulangan harian dan semester
4. Sebagai sumber pengayaan dalam belajar mengajar
5. Cocok juga untuk bahan evaluasi siswa didik

Tuh...banyak kan kegunaannya..makanya adik-adik semua harus punya buku ini. Buku PBT terbitan Yudhistira ada dua jenis kurikulum ya..yaitu PBT 2006 (KTSP) dan PBT Kurikulum 2013.

Produk baru Buku PBT Yudhistira lengkap kok untuk semua judul dan tingkatan..

Buku PBT untuk SD

Buku PBT untuk SMP

Buku PBT untuk SMA


Benarkan...Penerbit Yudhistira emang Top untuk urusan buku, selain bermutu juga harganya murah kok. Jadi kalau mau pintar ya Yudhistira aja ya...Selamat belajar semoga sukses buat adik-adik seluruh Indonesia. (fyt)

Senin, 19 Januari 2015

Anies Bawesdan: Kurikulum 2013 Dihentikan, Kembali ke KTSP


MENDIKBUD  Anies Rasyid Baswedan akhirnya berani mengambil keputusan strategis: memutuskan menyetop penerapan Kurikulum 2013. Ia merekomendasikan agar sekolah-sekolah yang baru semester lalu sudah menerapkan Kurikulum 2013, maka untuk seterusnya bisa kembali menggunakan Kurikulum 2016 atau yang lazim disebut KTSP.
Menurut Anies, Kurikulum 2013 akan direvisi, dikembangkan. “Proses penyempurnaan Kurikulum 2013 tidak berhenti, akan diperbaiki dan dikembangkan, serta dilaksanakan di sekolah-sekolah percontohan yang selama ini telah menggunakan Kurikulum 2013 selama tiga semester terakhir,” kata Anies dalam keterangan tertulisnya, Jumat (05/12) malam sebagaimana kemudian dilansir CNN Indonesia.
Menurut catatan Depdinas, Kurikulum 2013 secara bertahap dan terbatas telah diterapkan pada tahun pelajaran 2013/2014 lalu. Penerapannya telah dilakukan pada 6.221 sekolah di 295 kabupaten/kota. Sekolah tersebut terdiri atas 2.598 sekolah dasar, 1.437 sekolah menengah pertama, 1.165 sekolah menengah atas, dan 1.021 sekolah menengah kejuruan.
Menurut Anies, hanya di sekolah-sekolah di atas itulah yang wajib melanjutkan program penerapan Kurikulum 2013. Di sanalah menjadi semacam ‘laboratorium’ untuk melakukan revisi, perbaikan Kurikulum 2013. “Bila ada yang merasa tidak siap silakan ajukan pengecualian, tetapi secara umum sudah siap,” katanya sebagaimana kemudian dilansir CNN Indonesia.
Sekolah percontohan Kurikulum 2013 ini akan terus dievaluasi dan kemudian penerapan Kurikulum 2013 akan dilakukan secara bertahap. Tahapan penerapannya bukan berbasis kepada guru, tetapi kepada sekolah. Kurikulum 2013 benar-benar diterapkan setelah mereka siap. Untuk sementara, mereka akan kembali menggunakan Kurikulum 2006.
Namun jika ada sekolah yang telah menerapkan Kurikulum 2013 selama satu semester dan merasa siap maka tidak dianjurkan menerapkannya.

Berdasarkan fakta di lapangan
Menunut Anies, pihaknya berani mengambil keputusan ini berdasarkan fakta bahwa sebagian besar sekolah belum siap melaksanakan Kurikulum 2013 karena beberapa hal. Misalnya belum adanya kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, pendampingan guru dan pelatihan Kepala Sekolah.
Kurikulum pendidikan nasional, demikian kata Anies, memang harus terus-menerus dikaji sesuai dengan waktu dan konteks pendidikan di Indonesia. Ini bertujuan untuk mendapat hasil terbaik bagi peserta didik. “Tidak ada niat untuk menjadikan salah satu elemen pendidikan menjadi percobaan apalagi siswa yang menjadi tiang utama masa depan bangsa,” katanya.
Anies membantah jika ada anggapan penghentian kurikulum 2013 dan pemberlakuan kurikulum 2006 ini melanggar Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional karena penerapan kurikulum ganda. Menurutnya, yang terjadi saat ini bukan penerapan untuk dua kurikulum, tetapi uji terhadap sebuah kurikulum baru.
Sementara untuk proyek pengadaan buku ajar yang kontraknya sudah ditandatangani, Anies meminta untuk tetap dilanjutkan. Buku-buku yang sudah dicetak nantinya tetap dikirimkan ke sekolah untuk disimpan. “Pemanfaatannya ketika guru dan kepala sekolah siap, jadi tidak ada perubahan,” ujarnya. Tapi bagi pemerintah daerah yang belum melakukan kontrak diminta untuk menunda lebih dulu.

Sumber: CNN Indonesia

Jumat, 12 Desember 2014

Kemana Pendidikan Indonesia Akan Dibawa ?!

LANJUTAN K-'13 : SURAT KEPUTUSAN MENTERI TENTANG  PENYEDIAAN BUKU KURIKULUM 2013



Rabu, 10 Desember 2014

KUTIPAN : PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 DIHENTIKAN


Nomor : 179342/MPK/KR/2014   5 Desember 2014

Hal : Pelaksanaan Kurikulum 2013
Yth. Ibu / Bapak Kepala Sekolah
di
Seluruh Indonesia


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.
Semoga Ibu dan Bapak Kepala Sekolah dalam keadaan sehat walafiat, penuh semangat dan bahagia saat surat ini sampai. Puji dan syukur selalu kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat dan hidayahnya pada Ibu dan Bapak serta semua Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang telah menjadi pendorong kemajuan bangsa Indonesia lewat dunia pendidikan.
Melalui surat ini, saya ingin mengabarkan terlebih dahulu kepada Kepala Sekolah tentang Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan pelaksanaan Kurikulum 2013, sebelum keputusan ini diumumkan kepada masyarakat melalui media massa.
Sebelum tiba pada keputusan ini, saya telah memberi tugas kepada Tim Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 untuk membuat kajian mengenai penerapan Kurikulum 2013 yang sudah berjalan dan menyusun rekomendasi tentang penerapan kurikulum tersebut ke depannya.

Harus diakui bahwa kita menghadapi masalah yang tidak sederhana karena Kurikulum 2013 ini diproses secara amat cepat dan bahkan sudah ditetapkan untuk dilaksanakan di seluruh tanah air sebelum kurikulum tersebut pernah dievaluasi secara lengkap dan menyeluruh.
Seperti kita ketahui, Kurikulum 2013 diterapkan di 6.221 sekolah sejak Tahun Pelajaran 2013/2014 dan di semua sekolah di seluruh tanah air pada Tahun Pelajaran 2014/2015. Sementara itu, Peraturan Menteri nomor 159 Tahun 2014 tentang evaluasi Kurikulum 2013 baru dikeluarkan tanggal 14 Oktober 2014, yaitu tiga bulan sesudah Kurikulum 2013 dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Pada Pasal 2 ayat 2 dalam Peraturan Menteri nomor 159 Tahun 2014 itu menyebutkan bahwa Evaluasi Kurikulum bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai:
1. Kesesuaian antara Ide Kurikulum dan Desain Kurikulum;
2. Kesesuaian antara Desain Kurikulum dan Dokumen Kurikulum;
3. Kesesuaian antara Dokumen Kurikulum dan Implementasi Kurikulum; dan
4. Kesesuaian antara Ide Kurikulum, Hasil Kurikulum, dan Dampak Kurikulum.
Alangkah bijaksana bila evaluasi sebagaimana dicantumkan dalam pasal 2 ayat 2 dilakukan secara lengkap dan menyeluruh sebelum kurikulum baru ini diterapkan di seluruh sekolah. Konsekuensi dari penerapan menyeluruh sebelum evaluasi lengkap adalah bermunculannya masalah-masalah yang sesungguhnya bisa dihindari jika proses perubahan dilakukan secara lebih seksama dan tak terburu-buru.

Berbagai masalah konseptual yang dihadapi antara lain mulai dari soal ketidakselarasan antara ide dengan desain kurikulum hingga soal ketidakselarasan gagasan dengan isi buku teks. Sedangkan masalah teknis penerapan seperti berbeda-bedanya kesiapan sekolah dan guru, belum meratanya dan tuntasnya pelatihan guru dan kepala sekolah, serta penyediaan buku pun belum tertangani dengan baik. Anak-anak, guru dan orang tua pula yang akhirnya harus menghadapi konsekuensi atas ketergesa-gesaan penerapan sebuah kurikulum. Segala permasalahan itu memang ikut melandasi pengambilan keputusan terkait penerapan Kurikulum 2013
kedepan, namun yang menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan ini adalah kepentingan anak-anak kita.

Maka dengan memperhatikan rekomendasi tim evaluasi implementasi kurikulum, serta diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, saya memutuskan untuk:
1. Menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang baru menerapkan satu semester, yaitu sejak Tahun Pelajaran 2014/2015. Sekolah-sekolah ini supaya kembali menggunakan Kurikulum 2006. Bagi Ibu/Bapak kepala sekolah yang sekolahnya termasuk kategori ini, mohon persiapkan sekolah untuk kembali menggunakan Kurikulum 2006 mulai semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015. Harap diingat, bahwa berbagai konsep yang ditegaskan kembali di Kurikulum 2013 sebenarnya telah diakomodasi dalam Kurikulum 2006, semisal penilaian otentik, pembelajaran tematik terpadu, dll. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi guru-guru di sekolah untuk tidak mengembangkan metode pembelajaran di kelas. Kreatifitas dan keberanian guru untuk berinovasi dan keluar dari praktik-pratik lawas adalah kunci bagi pergerakan pendidikan Indonesia.
2. Tetap menerapkan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang telah tiga semester ini menerapkan, yaitu sejak Tahun Pelajaran 2013/2014 dan menjadikan sekolah-sekolah tersebut sebagai sekolah pengembangan dan percontohan penerapan Kurikulum 2013. Pada saat Kurikulum 2013 telah diperbaiki dan dimatangkan lalu sekolah-sekolah ini (dan sekolah-sekolah lain yang ditetapkan oleh Pemerintah) dimulai proses penyebaran penerapan Kurikulum 2013 ke sekolah lain di sekitarnya. Bagi Ibu dan Bapak kepala sekolah yang sekolahnya termasuk kategori ini, harap bersiap untuk menjadi sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013. Kami akan bekerja sama dengan Ibu/Bapak untuk mematangkan Kurikulum 2013 sehingga siap diterapkan secara nasional dan disebarkan dari sekolah yang Ibu dan Bapak pimpin sekarang. Catatan tambahan untuk poin kedua ini adalah sekolah yang keberatan menjadi sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013, dengan alasan ketidaksiapan dan demi kepentingan siswa, dapat mengajukan diri kepada Kemdikbud untuk dikecualikan.
3. Mengembalikan tugas pengembangan Kurikulum 2013 kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pengembangan Kurikulum tidak ditangani oleh tim ad hoc yang bekerja jangka pendek. Kemdikbud akan melakukan perbaikan mendasar terhadap Kurikulum 2013 agar dapat dijalankan dengan baik oleh guru-guru kita di dalam kelas, serta mampu menjadikan proses belajar di sekolah sebagai proses yang menyenangkan bagi siswa-siswa kita.
Kita semua menyadari bahwa kurikulum pendidikan nasional memang harus terus menerus dikaji sesuai dengan waktu dan konteks pendidikan di Indonesia untuk mendapat hasil terbaik bagi peserta didik. Perbaikan kurikulum ini mengacu pada satu tujuan utama, yaitu untuk meningkatkan mutu ekosistem pendidikan Indonesia agar anak-anak kita sebagai manusia utama penentu masa depan negara dapat menjadi insan bangsa yang: (1) beriman dan bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, mandiri, demokratis, bertanggung jawab; (2) menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi; dan (3) cakap dan kreatif dalam bekerja. Adalah tugas kita semua untuk bergandengan tangan memastikan tujuan ini dapat tercapai, demi anak-anak kita.

Pada akhirnya kunci untuk pengembangan kualitas pendidikan adalah pada guru. Kita tidak boleh memandang bahwa pergantian kurikulum secara otomatis akan meningkatkan kualitas pendidikan. Bagaimanapun juga di tangan gurulah proses peningkatan itu bisa terjadi dan di tangan Kepala Sekolah yang baik dapat terjadi peningkatan kualitas ekosistem pendidikan di sekolah yang baik pula. Peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan akan makin digalakkan sembari kurikulum ini diperbaiki dan dikembangkan.

Pada kesempatan ini pula, saya juga mengucapkan apreasiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi yang telah Ibu dan Bapak Kepala Sekolah berikan demi majunya pendidikan di negeri kita ini. Dibawah bimbingan Ibu dan Bapak-lah masa depan pendidikan, pembelajaran, dan pembudayaan anak-anak kita akan terus tumbuh dan berkembang. Semoga berkenan menyampaikan salam hangat dan hormat dari saya kepada semua guru dan tenaga kependidikan di sekolah yang dipimpin oleh Ibu dan Bapak. Bangsa ini menitipkan tugas penting dan mulia pada ibu dan bapak sekalian untuk membuat masa depan lebih baik. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melindungi kita semua dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan kebudayaan nasional.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jakarta, 5 Desember 2014
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,
 

Anies Baswedan

Selasa, 18 November 2014

PERCAYA DIRI MENGHADAPI UJIAN NASIONAL


Hallo... sahabat yudhistira...

Buat kamu-kamu yang sudah di kelas XII SMA dan bakalan menyelesaikan pendidikan di bangku sekolah lalu masuk perguruan tinggi yang kamu idolain. Asyik ya...tapi sebelum itu kamu akan menghadapi suatu ujian akhir yang di sebut UN atau Ujian Nasional dan biasanya juga bisa bikin jantung kamu berdebar lalu berujung stress.

Tapi kamu tau nggak bahwa stres dan kecemasan itu sebenarnya penting dalam kehidupan sehari-hari. Stres memberikan energi kepada kita untuk bisa menyelesaikan tugas-tugas harian kita, itu kata ahli endokrinologi Hans Selye dan tentunya stres ini juga harus dikendalikan agar tidak menjadi distress yang justru akan mengganggu performa kamu dalam ujian.

Hal yang paling penting dalam menghadapi ujian tentu saja penguasaan kamu terhadap hal-hal yang akan diujikan tersebut. Nah, buat kamu yang ngerasa belum siap, sekaranglah waktunya untuk mempersiapkan diri.

Agar lebih tenang menghadapi Ujian Nasional, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan sebelum ujian, antara lain:
  • Malam sebelum ujian, usahakan untuk tidur lebih cepat ketimbang hari-hari biasanya.
  • Pagi menjelang tes, usahakan makan makanan yang mengandung serat seperti sayuran dan buah-buahan.
  • Datang lebih awal di sekolah, lalu usahakan untuk ngobrol dengan teman-teman yang kira-kira dapat membuat hati kita tenang. Hindari untuk berbicara dengan teman-teman yang kamu nilai bakal ngomong "wah gue belom belajar nih", atau "duh gue ga siap deh nih", dsb. Usahakan ngobrol mengenai hal-hal ringan dan tidak menggunakan kapasitas otak yang berlebih.
  • Kalau kamu ga nemu orang yang bisa diajak ngobrol nyantai, dengerin musik aja pakai earphone.
  • Kalau bisa memilih tempat duduk, usahakan tempat duduk kamu berada di tempat yang paling minim gangguan serta cahaya yang memadai.
  • Usahakan bawa cemilan, lalu kalau kamu ngerasa panik, maka nyemil lah sebelum atau antara satu ujian dengan ujian lainnya.
  • Dan yang paling penting adalah, bentuklah konsep pemikiran dalam otak kamu bahwa ujian ini adalah sarana untuk mengetahui seberapa besar kemampuan kamu dalam satu subjek tertentu.
Untuk menambah kemampuan dan pengetahuan menghadapi UN kamu kudu banyak membaca dan berlatih soal-soal,misalnya kamu bisa mengikuti petunjuk dan latihan soal-soal dari Buku terbitan Yudhistira seperti buku SUKSES UN 2015 dan buku TRYOUT UN 2015.

Kamu tau ngak...buku SUKSES UN 2015 bisa sangat membantumu lho.....selain berisi soal dan pembahasan UN 2014 juga buku ini menyertakan PREDIKSI UN 2015 mendatang. Pokoknya Buku ini oke punya lho.

Untuk buku SUKSES UN 2015 dicetak untuk Program IPA dan untuk Program IPS, begitu juga untuk buku TRYOUT UN 2015 juga dicetak dua , untuk Program IPA dan untuk Program IPS.

Nah lho...tunggu apalagi...songsong keberhasilan Ujian Nasional bersama buku-buku terbitan Yudhistira. sukseskan UN 2015 dengan BUKU SUKSES UN 2015 & BUKU TRYOUT UN 2015  !!

 "RAIH PRESTASIMU BERSAMA KAMI PENERBIT YUDHISTIRA"
(fyt)

Rabu, 12 November 2014

KUTIPAN

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah Anies Baswedan mengatakan akan mengevaluasi kurikulum 2013. Pelaksanaan kurikulum 2013 itu pada awalnya banyak mendapat protes karena ketidaksiapan paket buku hingga beban yang lebih berat bagi siswa. "Nanti saya akan buat evaluasi pada kurikulum 2013," ujar Anies dalam wawancara dengan Kompas dan Kompas.com di kediamannya, Jakarta, Selasa (11/11/2014).
Anies menilai, evaluasi itu akan dilakukannya dengan melibatkan mereka yang menjadi pelaksana dalam kurikulum 2013. "Yang review ini adalah guru, saya ingin komite independen guru-guru," imbuhnya.
Hari ini, Anies juga melakukan kunjungan ke SMAN 87 Jakarta di kawasan Rempoa, Jakarta Selatan. Di sana, Anies meminta pendapat para siswa tentang pelaksanaan kurikulum 2013.
Mantan Rektor Universitas Paramadina tersebut datang ke SMA 87 karena menerima laporan via surat elektronik dari dari lima siswa sekolah tersebut. Laporan tersebut berjudul "Memimpikan Sekolah Menyenangkan". Mereka yang mengirim adalah Ahmad Dhiya, Dinda Putri, Imaduddin Irza, Nadhif Kurniawan, dan Parardhya. Mereka mempertanyakan beban materi yang diberikan kepada siswa.
"Observasi dan pengalaman mereka bisa jadi sebuah gagasan yang sangat sistematis," kata Anies.
Anies yang sempat menggagas gerakan Indonesia Mengajar itu juga akan membawa para murid untuk melakukan presentasi mengenai masukan kurikulum ke tingkat yang lebih luas. "Biar semuanya bisa mendengar, dan jadi masukan bagi peningkatan kualitas pendidikan," tutup Anies.

Kamis, 21 Agustus 2014

INFO FOTO

(
Santai sehabis sholat Asyar bersama Bupati Kab. Asahan  Bpk. Taufan Gama Simatupang.


 Makan malam bersama Bpk. Bambang Yugo ( Sales Manager Wil. 1) & Bpk. Alimukti Srg ( Area Sales Manager Sumut)



Acara Sosialisasi Buku-buku Yudhistira di kecamatan Kisaran Timur

KUTIPAN

Kemendikbud Cari Solusi Masalah Distribusi Buku
 
UTAMA | Kamis, 21 Agustus 2014 | dibaca: 172 kali
JAKARTA - Molornya pengiriman buku Kurikulum 2013 ke sekolah di daerah --termasuk Kaltim-- memunculkan pertanyaan mengenai keefektifan sistem tender terpusat. Muncul usulan pengalihan sistem tender ke pemerintah daerah untuk memutus mata rantai penyaluran dan birokrasi yang panjang. Namun, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh menegaskan sistem tender akan tetap dilakukan secara terpusat.

Dia mengatakan, dengan tender terpusat ini, Kemendikbud berupaya menekan harga buku semurah-murahnya. “Kalau tendernya ditangani daerah harga buku bisa kembali mahal,” kata Nuh kemarin.

Nuh mengatakan, tender terpusat memang berujung pada pembagian penggandaan buku dalam jumlah besar untuk setiap pemenang tender. Jumlah cetakan besar itu ditetapkan karena satu pemenang tender bisa menangani beberapa daerah.

Nah, dari besarnya jumlah buku yang dicetak itu, Nuh mengatakan, harga per eksemplar bisa menjadi murah. Dia menuturkan harga buku kurikulum baru berkisar antara Rp 9.000/eksemplar hingga Rp 20 ribuan/eksemplar. Dia meyakini bahwa pencetakan buku dalam jumlah besar, total cost-nya jauh lebih murah ketimbang mencetak buku dalam jumlah kecil.

Kelemahan lain jika percetakan buku didaerahkan adalah tidak ada percetakan yang bersedia mengikuti tender di daerah-daerah terpencil. “Misalnya di kabupaten-kabupaten pedalaman Papua dan Papua Barat sana. Siapa yang bersedia mengambil?” tanyanya.

Ujung-ujungnya dengan kondisi terpaksa, pemda setempat menunjuk percetakan dari luar pulau. Kebijakan ini tentu bisa membuat harga buku per eksemplarnya naik. Sebab ada biaya tambahan, yakni mengirim buku dari luar pulau.

Dengan sistem tender terpusat ini, Nuh mengatakan percetakan bisa mendapatkan tender untuk daerah yang aksesnya mudah dan daerah terpencil. “Tidak bisa hanya memilih daerah-dearah mudah dijangkau saja,” katanya.

Terkait dengan ada kasus keterlambatan pengiriman buku, akan dicari solusinya. Misalnya terus mendorong sekolah segera memesan buku. Atau cara lainnya, misalnya dengan mendorong percetakan untuk segera mendistribusikan buku-buku yang telah dicetak.

Keterlambatan distribusi buku Kurikulum 2013 juga terjadi di Kaltim. Sebelumnya diwartakan, untuk sementara sekolah-sekolah di Samarinda menggunakan soft file yang diunduh dari situs bse.mahoni.com. Kepala Dinas Pendidikan Samarinda Asli Nuryadin menyatakan, pada awal tahun ajaran baru ini, materi diberikan dalam bentuk file di dalam CD. Namun, dia memprediksi buku akan datang dalam beberapa hari ke depan.

Sebagai informasi, buku Kurikulum 2013 hanya akan diberlakukan untuk siswa SD/MI dari kelas 1, 2, 4, dan 5. Sedangkan SMP/ MTs dari kelas 7 dan 8. Sementara itu, untuk siswa SMA/ SMK/ MA dari kelas 10 dan 11. Sedangkan untuk kelas lain masih menggunakan kurikulum lama. (wan/sof/zal/k8)

Senin, 18 Agustus 2014

KUTIPAN

Memantau Distribusi Buku Kemendikbud

SURYA Online, SURABAYA - Terkait belum tuntasnya distribusi buku kurikulum 2013, utamanya untuk SD yang baru 30 persen terdistribusi, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun mengaku bukan wewenangnya. Dia menyatakan wewenang sepenuhnya ada pada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
”Tugas kami hanya mendorong daerah untuk mempersiapkan implementasi kurikulum 2013 serta mendistribusikan compact disk (CD) berisi materi pelajaran ke kabupaten/kota. Dan tugas itu sudah kami lakukan,”katanya.
Terkait percetakan, pihaknya hanya bisa menekan karena kontrak kerjasama tidak melibatkan dindik propinsi. Wewenang menekan percetakan itupun baru diberikan Kemendikbud setelah distribusi buku tersendat. ”Kalau kami dilibatkan sejak awal, mungkin tidak seperti ini,”selorohnya.
Harun menjelaskan dari sekitar 70 persen SD yang belum menerima buku tersebut, sebagian besar berada di daerah pelosok. Pihak percetakan kesulitan mengirimkan buku-bukunya karena mereka tidak mengetahui medannya. Hal ini beralasan karena dari 39 percetakan yang melayani wilayah jatim hanya tiga yang bearsal dari Surabaya. Sisanya percetakan dari Bandung, Jakartam Banten dan Tangerang.
”Sebenarnya kami sudah memberikan solusi dengan mempersilahkan mereka mengedrop di kantor dinas pendidikan kabupaten/kota. Syaratnya ongkos distribusi ke sekolah ditanggung mereka (percetakan). Tetapi kami belum dapat laporan apakah itu sudah dilakukan atau belum,”kata mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jatim.
Sedang untuk tingkat SMP, SMA dan SMK, buku-buku yang belum terkirim kebanyakan buku pegangan guru.

SAMPAI DIMANA PEMAHAMAN GURU TENTANG KURIKULUM 2013 ?


 


Selasa, 06 Mei 2014

PESAN DIREKTUR UTAMA YGI

BAPAK EDFIAN NOERDIN, SE. MM.


Senin, 28 April 2014

SURAT EDARAN WAMENDIKBUD TENTANG PENYEDIAAN BUKU KURIKULUM 2013



Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terbitkan Surat Edaran Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan, Nomor 36250/WMP/KR/2014, tanggal 24 Maret 2014 tentang Penyediaan Buku Kurikulum 2013 Tahun 2014 kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota Se-Indonesia.

Surat edaran tersebut menginformasikan bahwa pada tahun ajaran 2014/2015 Pemerintah akan melanjutkan pelaksanaan Kurikulum 2013 di semua satuan pendidikan, yaitu Sekolah Dasar (SD) kelas 1, 2, 4, dan 5, Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 7 dan 8, serta Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kelas 10 dan 11. Kemudian untuk mendukung pelaksanaan kurikulum akan disediakan buku siswa dan guru, pelatihan guru, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi.

“Dengan diluncurkannya surat edaran ini mulai dari sekarang sekolah diharapkan mendata ada berapa jumlah siswa, kemudian dalam waktu dekat akan ada juknis dari Direktorat Jenderal Dikmen dan Dikdas bagaimana cara membeli buku. Buku harus dibeli kepada pemenang lelang yang sudah ditunjuk oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintahan (LKPP),” tutur Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bidang Pendidikan, Musliar Kasim, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (01/04/2014).

Adapun informasi lain dalam surat edaran tersebut, yaitu buku siswa dan buku guru untuk semester I dibeli melalui BOS ditambahkan Bantuan Sosial (Bansos) Buku untuk SD dan SMP, sedangkan penyediaan buku semester II dibeli melalui DAK atau APBD. Buku siswa dan guru semester I sedang dalam proses lelang oleh LKPP dengan sistem kontrak payung. Selanjutnya sekolah membeli buku semester I langsung kepada penyedia buku yang menang lelang selambat-lambatnya minggu kedua bulan Juli tahun 2014.

Kamis, 03 April 2014

INFO FHOTO

Pimpinan Yudhistira Kisaran Bpk. Fery Tarigan berjabat tangan dengan Kepala Sekolah SMA Swasta Mitra Inalum Bpk. M. Nur, Spd. MM  dihalaman depan sekolah Yayasan Mitra Inalum



Makan siang bersama untuk rangka silaturahmi antara Yudhistira Kisaran dan Yayasan Mitra Inalum

PENERBIT YUDHISTIRA SIAP KURIKULUM 2013


Memasuki kurikulum baru 2013 ini yang mana mau tidak mau, suka tidak suka setiap sekolah di seluruh Indonesia wajib menerapkan kurikulum baru tersebut. Meskipun kita mengetahui masih banyak kekurangan dan ketidak pahaman para pendidik dalam penerapan kurikulum tersebut dan juga jenis buku yang bagaimana yang harus digunakan oleh siswa dan guru, ditambah lagi dengan keterlambatan pendistribusian buku-buku kemendikbud yang sampai saat ini menjadi penantian sebagian besar sekolah-sekolah di Indonesia.

Penerbit Yudhistira yang memiliki visi dan misi untuk mendarmabaktikan diri pada dunia buku telah mempersiapkan buku-buku yang bermutu dalam menyambut kedatangan kurikulum baru 2013 untuk mendukung proses belajar mengajar disekolah di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu Penerbit Yudhistira juga mensponsori banyak seminar-seminar dan pelatihan tentang Kurikulum Baru tersebut.

Untuk penerapan Buku Seri Tematik untuk Sekolah Dasar dan Madrasah contohnya, Yudhistira dari tahun Ajaran 2013/2014 telah mencetak Seri Tematik SD/MI  untuk kelas 1, 2, 4, 5 dan kelas 7 da 8 SMP juga kelas 10, 11 SMA termasuk juga buku-buku Peminatan MIPA dan IPS untuk jenjang SMA.
Dan Yudhistira telah mencetak sesuai dengan Kurikulum 2013 dan siap untuk memasok kesekolah-sekolah seluruh Indonesia.

Keseriusan dalam mendukung Program Pemerintah untuk kurikulum baru ini telah di ditunjuk oleh Yudhistira dengan mengirimkan stok-stok buku barunya keseluruh kantor cabang pemasarannya di Indonesia termasuk Kekantor Yudhistira Perwakilan Kisaran yang beralamat di Jalan Meranti No. 14B Kisaran, Kab. Asahan - Sumut.

"Lengkapnya pruduk buku kurikulum 2013 yang telah disiapkan Kantor Pusat Yudhistira di Ciawi kepada kami sangat mempengaruhi semangat jual kami" kata Kepala Perwakilan Yudhistira Kisaran Bpk. Fery Tarigan. "Dan semangat ini juga yang menjiwai kami agar lebih serius bekerja" kata Marwan hendri dan Rahmad Zein Siregar yang menempati posisi Sales/Marketing "Bekerja jadi lebih asyik walaupun sering lembur" tambah Wila dan Shinta yang bertugas sebagai Akunting dan Inventori ini.

Selain harga yang lebih murah dari harga kompetitor juga kualitas buku dan isi yang baik dan yang pasti  LEBIH SIAP dengan STOK BUKU kurikulum 2013 yang cukup untuk melayani dengan hati dan menjaga komitmen dengan konsumen....SUKSES ...!!(fyt)

Rabu, 02 April 2014

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 BERSAMA YUDHISTIRA KISARAN


Dalam rangka turut mendukung pendidikan Indonesia yang lebih baik, Penerbit Yudhistira Kisaran dan Dinas Pendidikan Kab. Batu Bara menyelenggarakan Seminar Sehari Implementasi Kurikulum 2013 di Kabupaten Batu Bara yang diikuti oleh seluruh Guru-guru kelas 1 dan Kelas 4 se Kab. Batu Bara yang dibuka langsung oleh Kadis Pendidikan Kab. Batu Bara Bpk. Darwis, Spd dan Ketua PGRI Kab. Batu Bara Bpk. Zainal Alwi juga Bpk. Alimukti Siregar selaku  Area Manager Yudhistira Sumut
Sebagai pembicara Seminar tersebut,  Penerbit Yudhistira mengundang langsung dari Puskurbuk Kementrian Pendidikan yang juga sebagai penulis buku Yudhistira Seri Tematik Kurikulum 2013 yaitu Ibu Lili Nurleini yang juga turut sebagai Team Perekayasa kurikulum 2013.

Seminar yang dilaksanakan pada tanggal 7 Nopember 2013 dan bertempat di Aula SMK Negeri 1 Air Putih tersebut disambut sangat antusias oleh seluruh peserta yang berjumlah 310 orang.

Acara yang sangat bernilai  untuk menambah pemahaman para guru dan sangat di ampresiasi oleh Ketua PGRI Kab. Batu Bara ini selain di berikan teori-teori oleh Pembicara  juga di ajarkan bagaimana cara mengimplementasikan kurikulum 2013 tersebut di sekolah masing-masing.


Seminar yang sukses dan ditutup oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Bpk. Syahrisam ini  tidak terlepas dari keseriusan seorang Kabid Dikdas Kab. Bara Bara Bpk. Ariyadi, Spd, MM dan Kepala Perwakilan Yudhistira Kisaran Bpk. Fery Tarigan yang bersama-sama menyusun tahap demi tahap sehingga terlaksana perhelatan Seminar Implementasi Kurikulum 2013 di Kabupaten Batu Bara dengan sukses.(fyt)