Senin, 19 Januari 2015

Anies Bawesdan: Kurikulum 2013 Dihentikan, Kembali ke KTSP


MENDIKBUD  Anies Rasyid Baswedan akhirnya berani mengambil keputusan strategis: memutuskan menyetop penerapan Kurikulum 2013. Ia merekomendasikan agar sekolah-sekolah yang baru semester lalu sudah menerapkan Kurikulum 2013, maka untuk seterusnya bisa kembali menggunakan Kurikulum 2016 atau yang lazim disebut KTSP.
Menurut Anies, Kurikulum 2013 akan direvisi, dikembangkan. “Proses penyempurnaan Kurikulum 2013 tidak berhenti, akan diperbaiki dan dikembangkan, serta dilaksanakan di sekolah-sekolah percontohan yang selama ini telah menggunakan Kurikulum 2013 selama tiga semester terakhir,” kata Anies dalam keterangan tertulisnya, Jumat (05/12) malam sebagaimana kemudian dilansir CNN Indonesia.
Menurut catatan Depdinas, Kurikulum 2013 secara bertahap dan terbatas telah diterapkan pada tahun pelajaran 2013/2014 lalu. Penerapannya telah dilakukan pada 6.221 sekolah di 295 kabupaten/kota. Sekolah tersebut terdiri atas 2.598 sekolah dasar, 1.437 sekolah menengah pertama, 1.165 sekolah menengah atas, dan 1.021 sekolah menengah kejuruan.
Menurut Anies, hanya di sekolah-sekolah di atas itulah yang wajib melanjutkan program penerapan Kurikulum 2013. Di sanalah menjadi semacam ‘laboratorium’ untuk melakukan revisi, perbaikan Kurikulum 2013. “Bila ada yang merasa tidak siap silakan ajukan pengecualian, tetapi secara umum sudah siap,” katanya sebagaimana kemudian dilansir CNN Indonesia.
Sekolah percontohan Kurikulum 2013 ini akan terus dievaluasi dan kemudian penerapan Kurikulum 2013 akan dilakukan secara bertahap. Tahapan penerapannya bukan berbasis kepada guru, tetapi kepada sekolah. Kurikulum 2013 benar-benar diterapkan setelah mereka siap. Untuk sementara, mereka akan kembali menggunakan Kurikulum 2006.
Namun jika ada sekolah yang telah menerapkan Kurikulum 2013 selama satu semester dan merasa siap maka tidak dianjurkan menerapkannya.

Berdasarkan fakta di lapangan
Menunut Anies, pihaknya berani mengambil keputusan ini berdasarkan fakta bahwa sebagian besar sekolah belum siap melaksanakan Kurikulum 2013 karena beberapa hal. Misalnya belum adanya kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, pendampingan guru dan pelatihan Kepala Sekolah.
Kurikulum pendidikan nasional, demikian kata Anies, memang harus terus-menerus dikaji sesuai dengan waktu dan konteks pendidikan di Indonesia. Ini bertujuan untuk mendapat hasil terbaik bagi peserta didik. “Tidak ada niat untuk menjadikan salah satu elemen pendidikan menjadi percobaan apalagi siswa yang menjadi tiang utama masa depan bangsa,” katanya.
Anies membantah jika ada anggapan penghentian kurikulum 2013 dan pemberlakuan kurikulum 2006 ini melanggar Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional karena penerapan kurikulum ganda. Menurutnya, yang terjadi saat ini bukan penerapan untuk dua kurikulum, tetapi uji terhadap sebuah kurikulum baru.
Sementara untuk proyek pengadaan buku ajar yang kontraknya sudah ditandatangani, Anies meminta untuk tetap dilanjutkan. Buku-buku yang sudah dicetak nantinya tetap dikirimkan ke sekolah untuk disimpan. “Pemanfaatannya ketika guru dan kepala sekolah siap, jadi tidak ada perubahan,” ujarnya. Tapi bagi pemerintah daerah yang belum melakukan kontrak diminta untuk menunda lebih dulu.

Sumber: CNN Indonesia

Jumat, 12 Desember 2014

Kemana Pendidikan Indonesia Akan Dibawa ?!

LANJUTAN K-'13 : SURAT KEPUTUSAN MENTERI TENTANG  PENYEDIAAN BUKU KURIKULUM 2013



Rabu, 10 Desember 2014

KUTIPAN : PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 DIHENTIKAN


Nomor : 179342/MPK/KR/2014   5 Desember 2014

Hal : Pelaksanaan Kurikulum 2013
Yth. Ibu / Bapak Kepala Sekolah
di
Seluruh Indonesia


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.
Semoga Ibu dan Bapak Kepala Sekolah dalam keadaan sehat walafiat, penuh semangat dan bahagia saat surat ini sampai. Puji dan syukur selalu kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat dan hidayahnya pada Ibu dan Bapak serta semua Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang telah menjadi pendorong kemajuan bangsa Indonesia lewat dunia pendidikan.
Melalui surat ini, saya ingin mengabarkan terlebih dahulu kepada Kepala Sekolah tentang Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan pelaksanaan Kurikulum 2013, sebelum keputusan ini diumumkan kepada masyarakat melalui media massa.
Sebelum tiba pada keputusan ini, saya telah memberi tugas kepada Tim Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 untuk membuat kajian mengenai penerapan Kurikulum 2013 yang sudah berjalan dan menyusun rekomendasi tentang penerapan kurikulum tersebut ke depannya.

Harus diakui bahwa kita menghadapi masalah yang tidak sederhana karena Kurikulum 2013 ini diproses secara amat cepat dan bahkan sudah ditetapkan untuk dilaksanakan di seluruh tanah air sebelum kurikulum tersebut pernah dievaluasi secara lengkap dan menyeluruh.
Seperti kita ketahui, Kurikulum 2013 diterapkan di 6.221 sekolah sejak Tahun Pelajaran 2013/2014 dan di semua sekolah di seluruh tanah air pada Tahun Pelajaran 2014/2015. Sementara itu, Peraturan Menteri nomor 159 Tahun 2014 tentang evaluasi Kurikulum 2013 baru dikeluarkan tanggal 14 Oktober 2014, yaitu tiga bulan sesudah Kurikulum 2013 dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Pada Pasal 2 ayat 2 dalam Peraturan Menteri nomor 159 Tahun 2014 itu menyebutkan bahwa Evaluasi Kurikulum bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai:
1. Kesesuaian antara Ide Kurikulum dan Desain Kurikulum;
2. Kesesuaian antara Desain Kurikulum dan Dokumen Kurikulum;
3. Kesesuaian antara Dokumen Kurikulum dan Implementasi Kurikulum; dan
4. Kesesuaian antara Ide Kurikulum, Hasil Kurikulum, dan Dampak Kurikulum.
Alangkah bijaksana bila evaluasi sebagaimana dicantumkan dalam pasal 2 ayat 2 dilakukan secara lengkap dan menyeluruh sebelum kurikulum baru ini diterapkan di seluruh sekolah. Konsekuensi dari penerapan menyeluruh sebelum evaluasi lengkap adalah bermunculannya masalah-masalah yang sesungguhnya bisa dihindari jika proses perubahan dilakukan secara lebih seksama dan tak terburu-buru.

Berbagai masalah konseptual yang dihadapi antara lain mulai dari soal ketidakselarasan antara ide dengan desain kurikulum hingga soal ketidakselarasan gagasan dengan isi buku teks. Sedangkan masalah teknis penerapan seperti berbeda-bedanya kesiapan sekolah dan guru, belum meratanya dan tuntasnya pelatihan guru dan kepala sekolah, serta penyediaan buku pun belum tertangani dengan baik. Anak-anak, guru dan orang tua pula yang akhirnya harus menghadapi konsekuensi atas ketergesa-gesaan penerapan sebuah kurikulum. Segala permasalahan itu memang ikut melandasi pengambilan keputusan terkait penerapan Kurikulum 2013
kedepan, namun yang menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan ini adalah kepentingan anak-anak kita.

Maka dengan memperhatikan rekomendasi tim evaluasi implementasi kurikulum, serta diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, saya memutuskan untuk:
1. Menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang baru menerapkan satu semester, yaitu sejak Tahun Pelajaran 2014/2015. Sekolah-sekolah ini supaya kembali menggunakan Kurikulum 2006. Bagi Ibu/Bapak kepala sekolah yang sekolahnya termasuk kategori ini, mohon persiapkan sekolah untuk kembali menggunakan Kurikulum 2006 mulai semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015. Harap diingat, bahwa berbagai konsep yang ditegaskan kembali di Kurikulum 2013 sebenarnya telah diakomodasi dalam Kurikulum 2006, semisal penilaian otentik, pembelajaran tematik terpadu, dll. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi guru-guru di sekolah untuk tidak mengembangkan metode pembelajaran di kelas. Kreatifitas dan keberanian guru untuk berinovasi dan keluar dari praktik-pratik lawas adalah kunci bagi pergerakan pendidikan Indonesia.
2. Tetap menerapkan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang telah tiga semester ini menerapkan, yaitu sejak Tahun Pelajaran 2013/2014 dan menjadikan sekolah-sekolah tersebut sebagai sekolah pengembangan dan percontohan penerapan Kurikulum 2013. Pada saat Kurikulum 2013 telah diperbaiki dan dimatangkan lalu sekolah-sekolah ini (dan sekolah-sekolah lain yang ditetapkan oleh Pemerintah) dimulai proses penyebaran penerapan Kurikulum 2013 ke sekolah lain di sekitarnya. Bagi Ibu dan Bapak kepala sekolah yang sekolahnya termasuk kategori ini, harap bersiap untuk menjadi sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013. Kami akan bekerja sama dengan Ibu/Bapak untuk mematangkan Kurikulum 2013 sehingga siap diterapkan secara nasional dan disebarkan dari sekolah yang Ibu dan Bapak pimpin sekarang. Catatan tambahan untuk poin kedua ini adalah sekolah yang keberatan menjadi sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013, dengan alasan ketidaksiapan dan demi kepentingan siswa, dapat mengajukan diri kepada Kemdikbud untuk dikecualikan.
3. Mengembalikan tugas pengembangan Kurikulum 2013 kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pengembangan Kurikulum tidak ditangani oleh tim ad hoc yang bekerja jangka pendek. Kemdikbud akan melakukan perbaikan mendasar terhadap Kurikulum 2013 agar dapat dijalankan dengan baik oleh guru-guru kita di dalam kelas, serta mampu menjadikan proses belajar di sekolah sebagai proses yang menyenangkan bagi siswa-siswa kita.
Kita semua menyadari bahwa kurikulum pendidikan nasional memang harus terus menerus dikaji sesuai dengan waktu dan konteks pendidikan di Indonesia untuk mendapat hasil terbaik bagi peserta didik. Perbaikan kurikulum ini mengacu pada satu tujuan utama, yaitu untuk meningkatkan mutu ekosistem pendidikan Indonesia agar anak-anak kita sebagai manusia utama penentu masa depan negara dapat menjadi insan bangsa yang: (1) beriman dan bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, mandiri, demokratis, bertanggung jawab; (2) menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi; dan (3) cakap dan kreatif dalam bekerja. Adalah tugas kita semua untuk bergandengan tangan memastikan tujuan ini dapat tercapai, demi anak-anak kita.

Pada akhirnya kunci untuk pengembangan kualitas pendidikan adalah pada guru. Kita tidak boleh memandang bahwa pergantian kurikulum secara otomatis akan meningkatkan kualitas pendidikan. Bagaimanapun juga di tangan gurulah proses peningkatan itu bisa terjadi dan di tangan Kepala Sekolah yang baik dapat terjadi peningkatan kualitas ekosistem pendidikan di sekolah yang baik pula. Peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan akan makin digalakkan sembari kurikulum ini diperbaiki dan dikembangkan.

Pada kesempatan ini pula, saya juga mengucapkan apreasiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi yang telah Ibu dan Bapak Kepala Sekolah berikan demi majunya pendidikan di negeri kita ini. Dibawah bimbingan Ibu dan Bapak-lah masa depan pendidikan, pembelajaran, dan pembudayaan anak-anak kita akan terus tumbuh dan berkembang. Semoga berkenan menyampaikan salam hangat dan hormat dari saya kepada semua guru dan tenaga kependidikan di sekolah yang dipimpin oleh Ibu dan Bapak. Bangsa ini menitipkan tugas penting dan mulia pada ibu dan bapak sekalian untuk membuat masa depan lebih baik. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melindungi kita semua dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan kebudayaan nasional.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jakarta, 5 Desember 2014
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,
 

Anies Baswedan

Selasa, 18 November 2014

PERCAYA DIRI MENGHADAPI UJIAN NASIONAL


Hallo... sahabat yudhistira...

Buat kamu-kamu yang sudah di kelas XII SMA dan bakalan menyelesaikan pendidikan di bangku sekolah lalu masuk perguruan tinggi yang kamu idolain. Asyik ya...tapi sebelum itu kamu akan menghadapi suatu ujian akhir yang di sebut UN atau Ujian Nasional dan biasanya juga bisa bikin jantung kamu berdebar lalu berujung stress.

Tapi kamu tau nggak bahwa stres dan kecemasan itu sebenarnya penting dalam kehidupan sehari-hari. Stres memberikan energi kepada kita untuk bisa menyelesaikan tugas-tugas harian kita, itu kata ahli endokrinologi Hans Selye dan tentunya stres ini juga harus dikendalikan agar tidak menjadi distress yang justru akan mengganggu performa kamu dalam ujian.

Hal yang paling penting dalam menghadapi ujian tentu saja penguasaan kamu terhadap hal-hal yang akan diujikan tersebut. Nah, buat kamu yang ngerasa belum siap, sekaranglah waktunya untuk mempersiapkan diri.

Agar lebih tenang menghadapi Ujian Nasional, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan sebelum ujian, antara lain:
  • Malam sebelum ujian, usahakan untuk tidur lebih cepat ketimbang hari-hari biasanya.
  • Pagi menjelang tes, usahakan makan makanan yang mengandung serat seperti sayuran dan buah-buahan.
  • Datang lebih awal di sekolah, lalu usahakan untuk ngobrol dengan teman-teman yang kira-kira dapat membuat hati kita tenang. Hindari untuk berbicara dengan teman-teman yang kamu nilai bakal ngomong "wah gue belom belajar nih", atau "duh gue ga siap deh nih", dsb. Usahakan ngobrol mengenai hal-hal ringan dan tidak menggunakan kapasitas otak yang berlebih.
  • Kalau kamu ga nemu orang yang bisa diajak ngobrol nyantai, dengerin musik aja pakai earphone.
  • Kalau bisa memilih tempat duduk, usahakan tempat duduk kamu berada di tempat yang paling minim gangguan serta cahaya yang memadai.
  • Usahakan bawa cemilan, lalu kalau kamu ngerasa panik, maka nyemil lah sebelum atau antara satu ujian dengan ujian lainnya.
  • Dan yang paling penting adalah, bentuklah konsep pemikiran dalam otak kamu bahwa ujian ini adalah sarana untuk mengetahui seberapa besar kemampuan kamu dalam satu subjek tertentu.
Untuk menambah kemampuan dan pengetahuan menghadapi UN kamu kudu banyak membaca dan berlatih soal-soal,misalnya kamu bisa mengikuti petunjuk dan latihan soal-soal dari Buku terbitan Yudhistira seperti buku SUKSES UN 2015 dan buku TRYOUT UN 2015.

Kamu tau ngak...buku SUKSES UN 2015 bisa sangat membantumu lho.....selain berisi soal dan pembahasan UN 2014 juga buku ini menyertakan PREDIKSI UN 2015 mendatang. Pokoknya Buku ini oke punya lho.

Untuk buku SUKSES UN 2015 dicetak untuk Program IPA dan untuk Program IPS, begitu juga untuk buku TRYOUT UN 2015 juga dicetak dua , untuk Program IPA dan untuk Program IPS.

Nah lho...tunggu apalagi...songsong keberhasilan Ujian Nasional bersama buku-buku terbitan Yudhistira. sukseskan UN 2015 dengan BUKU SUKSES UN 2015 & BUKU TRYOUT UN 2015  !!

 "RAIH PRESTASIMU BERSAMA KAMI PENERBIT YUDHISTIRA"
(fyt)

Rabu, 12 November 2014

KUTIPAN

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah Anies Baswedan mengatakan akan mengevaluasi kurikulum 2013. Pelaksanaan kurikulum 2013 itu pada awalnya banyak mendapat protes karena ketidaksiapan paket buku hingga beban yang lebih berat bagi siswa. "Nanti saya akan buat evaluasi pada kurikulum 2013," ujar Anies dalam wawancara dengan Kompas dan Kompas.com di kediamannya, Jakarta, Selasa (11/11/2014).
Anies menilai, evaluasi itu akan dilakukannya dengan melibatkan mereka yang menjadi pelaksana dalam kurikulum 2013. "Yang review ini adalah guru, saya ingin komite independen guru-guru," imbuhnya.
Hari ini, Anies juga melakukan kunjungan ke SMAN 87 Jakarta di kawasan Rempoa, Jakarta Selatan. Di sana, Anies meminta pendapat para siswa tentang pelaksanaan kurikulum 2013.
Mantan Rektor Universitas Paramadina tersebut datang ke SMA 87 karena menerima laporan via surat elektronik dari dari lima siswa sekolah tersebut. Laporan tersebut berjudul "Memimpikan Sekolah Menyenangkan". Mereka yang mengirim adalah Ahmad Dhiya, Dinda Putri, Imaduddin Irza, Nadhif Kurniawan, dan Parardhya. Mereka mempertanyakan beban materi yang diberikan kepada siswa.
"Observasi dan pengalaman mereka bisa jadi sebuah gagasan yang sangat sistematis," kata Anies.
Anies yang sempat menggagas gerakan Indonesia Mengajar itu juga akan membawa para murid untuk melakukan presentasi mengenai masukan kurikulum ke tingkat yang lebih luas. "Biar semuanya bisa mendengar, dan jadi masukan bagi peningkatan kualitas pendidikan," tutup Anies.

Kamis, 21 Agustus 2014

INFO FOTO

(
Santai sehabis sholat Asyar bersama Bupati Kab. Asahan  Bpk. Taufan Gama Simatupang.


 Makan malam bersama Bpk. Bambang Yugo ( Sales Manager Wil. 1) & Bpk. Alimukti Srg ( Area Sales Manager Sumut)



Acara Sosialisasi Buku-buku Yudhistira di kecamatan Kisaran Timur

KUTIPAN

Kemendikbud Cari Solusi Masalah Distribusi Buku
 
UTAMA | Kamis, 21 Agustus 2014 | dibaca: 172 kali
JAKARTA - Molornya pengiriman buku Kurikulum 2013 ke sekolah di daerah --termasuk Kaltim-- memunculkan pertanyaan mengenai keefektifan sistem tender terpusat. Muncul usulan pengalihan sistem tender ke pemerintah daerah untuk memutus mata rantai penyaluran dan birokrasi yang panjang. Namun, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh menegaskan sistem tender akan tetap dilakukan secara terpusat.

Dia mengatakan, dengan tender terpusat ini, Kemendikbud berupaya menekan harga buku semurah-murahnya. “Kalau tendernya ditangani daerah harga buku bisa kembali mahal,” kata Nuh kemarin.

Nuh mengatakan, tender terpusat memang berujung pada pembagian penggandaan buku dalam jumlah besar untuk setiap pemenang tender. Jumlah cetakan besar itu ditetapkan karena satu pemenang tender bisa menangani beberapa daerah.

Nah, dari besarnya jumlah buku yang dicetak itu, Nuh mengatakan, harga per eksemplar bisa menjadi murah. Dia menuturkan harga buku kurikulum baru berkisar antara Rp 9.000/eksemplar hingga Rp 20 ribuan/eksemplar. Dia meyakini bahwa pencetakan buku dalam jumlah besar, total cost-nya jauh lebih murah ketimbang mencetak buku dalam jumlah kecil.

Kelemahan lain jika percetakan buku didaerahkan adalah tidak ada percetakan yang bersedia mengikuti tender di daerah-daerah terpencil. “Misalnya di kabupaten-kabupaten pedalaman Papua dan Papua Barat sana. Siapa yang bersedia mengambil?” tanyanya.

Ujung-ujungnya dengan kondisi terpaksa, pemda setempat menunjuk percetakan dari luar pulau. Kebijakan ini tentu bisa membuat harga buku per eksemplarnya naik. Sebab ada biaya tambahan, yakni mengirim buku dari luar pulau.

Dengan sistem tender terpusat ini, Nuh mengatakan percetakan bisa mendapatkan tender untuk daerah yang aksesnya mudah dan daerah terpencil. “Tidak bisa hanya memilih daerah-dearah mudah dijangkau saja,” katanya.

Terkait dengan ada kasus keterlambatan pengiriman buku, akan dicari solusinya. Misalnya terus mendorong sekolah segera memesan buku. Atau cara lainnya, misalnya dengan mendorong percetakan untuk segera mendistribusikan buku-buku yang telah dicetak.

Keterlambatan distribusi buku Kurikulum 2013 juga terjadi di Kaltim. Sebelumnya diwartakan, untuk sementara sekolah-sekolah di Samarinda menggunakan soft file yang diunduh dari situs bse.mahoni.com. Kepala Dinas Pendidikan Samarinda Asli Nuryadin menyatakan, pada awal tahun ajaran baru ini, materi diberikan dalam bentuk file di dalam CD. Namun, dia memprediksi buku akan datang dalam beberapa hari ke depan.

Sebagai informasi, buku Kurikulum 2013 hanya akan diberlakukan untuk siswa SD/MI dari kelas 1, 2, 4, dan 5. Sedangkan SMP/ MTs dari kelas 7 dan 8. Sementara itu, untuk siswa SMA/ SMK/ MA dari kelas 10 dan 11. Sedangkan untuk kelas lain masih menggunakan kurikulum lama. (wan/sof/zal/k8)